-->

Iklan

 


Halaman

Nomor 2 Paling Menggetarkan! Ini Ulama Perempuan yang Jadi Waliyullah

Sabtu, 28 Maret 2026, Maret 28, 2026 WIB Last Updated 2026-03-28T16:56:37Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini


Kitab klasik mengungkap peran penting perempuan sebagai ulama dan waliyullah yang sering terlupakan.


SEJARAH – Dalam sejarah Islam, nama-nama ulama besar yang sering dikenal publik memang didominasi oleh kaum laki-laki. Namun, fakta menarik terungkap dari literatur klasik bahwa perempuan juga memiliki peran besar sebagai ulama, ahli ibadah, bahkan mencapai derajat waliyullah.

Salah satu rujukan penting adalah kitab At-Tabaqat al-Kubra yang ditulis oleh Abdul Wahhab as-Sya'rani. Dalam kitab tersebut disebutkan sejumlah tokoh perempuan yang dikenal karena ketakwaan, keilmuan, dan kedekatan mereka kepada Allah.


Deretan Ulama dan Waliyullah Perempuan
Beberapa nama yang tercatat antara lain:


  1. ••  Mu’adzah al-‘Adawiyah
  2. ••  Rabi'ah al-Adawiyah
  3. ••  Majidah al-Qurasyiyah
  4. ••  Sayyidah Aisyah binti Ja’far ash-Shadiq
  5. ••  Istri Rabah al-Qisyi
  6. ••  Fatimah an-Naisaburiyah
  7. ••  Rabi’ah binti Ismail
  8. ••  Ummu Harun
  9. ••  Umrah istri Hubaib
  10. ••  Amatul Jalil
  11. •• ‘Ubaidah binti Abi Kilab
  12. ••  Chufairah al-Abidah
  13. ••  Sya’wanah
  14. ••  Aminah ar-Romliyah
  15. ••  Manfusah binti Zaid
  16. ••  Sayyidah Nafisah


Mereka dikenal bukan hanya sebagai ahli ibadah, tetapi juga sebagai guru spiritual bagi banyak ulama besar pada masanya.


Keteladanan dalam Ibadah dan Zuhud


Kisah-kisah mereka menunjukkan tingkat ketakwaan yang luar biasa. Mu’adzah al-‘Adawiyah, misalnya, dikenal tidak pernah tidur lama karena takut wafat dalam keadaan lalai. Ia bahkan disebut melaksanakan ratusan rakaat shalat dalam sehari semalam.


Sementara itu, Rabi'ah al-Adawiyah menjadi simbol cinta ilahi. Ia menolak dunia dan memilih hidup dalam kesederhanaan, serta dikenal dengan ungkapan spiritualnya yang mendalam tentang keikhlasan dan cinta kepada Allah.


Fatimah an-Naisaburiyah bahkan disebut sebagai guru oleh ulama besar seperti Dzul Nun al-Misri, menunjukkan bahwa perempuan juga menjadi rujukan keilmuan pada masa itu.


Dihormati Para Ulama Besar


Beberapa ulama perempuan ini juga memiliki hubungan langsung dengan tokoh besar Islam. Sayyidah Nafisah, misalnya, dikenal sebagai sosok alim yang dihormati oleh Imam Syafi'i. Bahkan, beliau disebut sering mengunjungi Sayyidah Nafisah dan melaksanakan shalat di tempatnya saat berada di Mesir.


Begitu pula Aminah ar-Ramliyah yang doanya diminta oleh Imam Ahmad bin Hanbal, menunjukkan kedudukan spiritualnya yang tinggi di mata para ulama.


Bukti Peran Perempuan dalam Tradisi Keilmuan Islam


Kisah-kisah ini menjadi bukti bahwa perempuan memiliki kontribusi nyata dalam sejarah keilmuan dan spiritualitas Islam. Mereka tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi juga pelopor dalam dunia tasawuf, ibadah, dan pendidikan ruhani.


Meski tidak selalu populer dalam narasi arus utama, keberadaan mereka tetap tercatat dalam kitab-kitab klasik sebagai inspirasi lintas zaman.


Penutup

Keberadaan ulama perempuan ini menjadi pengingat bahwa jalan menuju ilmu dan kedekatan kepada Allah terbuka bagi siapa saja, tanpa memandang jenis kelamin. Warisan mereka menjadi inspirasi penting, khususnya bagi generasi Muslimah masa kini untuk terus menuntut ilmu dan memperkuat spiritualitas.


Wallahu a’lam.

Komentar

Tampilkan

Terkini