-->
  • Jelajahi

    Copyright © Haba Santri News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Halaman

    Profil Abu Serambi Aceh, Ulama Kharismatik Aceh dari Aceh Barat

    Minggu, 22 Maret 2026, Maret 22, 2026 WIB Last Updated 2026-03-23T05:34:20Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini
    foto Abu Serambi Aceh Hak Resmi Haba santri news

    PROFIL FADHILATUL SYEIKH ABU H. MAHMUDDIN USMAN


    Aceh Barat - Abu H. Mahmuddin Usman, yang lebih dikenal dengan nama Abu Serambi Aceh, lahir di Desa Meunasah Rayeuk, Kecamatan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat, pada hari Rabu, 9 September 1959. Beliau merupakan anak bungsu dari tujuh bersaudara, buah hati dari pasangan Abi Usman bin Tgk. Thahir dan Nyak Baren binti Abdul Halim.

    Mengawali masa belajarnya, Abu Serambi Aceh menerima dasar-dasar ilmu agama, khususnya Al-Qur'anul Karim, langsung dari ayahnya, Abi Usman. Kemudian, pada tahun 1974, beliau melanjutkan pendidikannya di Dayah Babussalam, Meulaboh, dan dibimbing langsung oleh seorang ulama besar, murid Abuya Muda Waly Al- Khalidy , yaitu Abu H. Abu Bakar Sabil, yang akrab disapa Abu Mursyid.

    Setelah tiga tahun menimba ilmu di Dayah Babussalam, pada tahun 1977 Abu Serambi Aceh melanjutkan pengembaraan ilmiahnya ke Dayah Darul Ma'arif, Lam Ateuk, Aceh Besar, di bawah asuhan Al-Mukarram Abu H. Muhammad Zamzami.

    Pada tahun 1991, dalam usia 32 tahun, atas permintaan masyarakat dan restu dari gurunya, beliau kembali ke kampung halamannya untuk memimpin sebuah dayah yang telah dibangun oleh masyarakat dari tiga desa: Meunasah Rayeuk, Meunasah Ara, dan Tumpok Ladang.


    Pada tahun 1993, di usia 34 tahun, Abu Serambi Aceh melepas masa lajangnya dengan menikahi cucu dari Abu H. Sulaiman Teupin Peuraho, yang bernama Hj. Marlini binti Tgk. Abdussalam. Dari pernikahan ini, beliau dikaruniai putra-putri, yaitu: Siti Fathimah, Nurlis Maisarah, Maulida, Muhammad Ajir, dan Muharir. Tiga di antaranya meninggal dunia saat masih bayi.

    Setelah wafatnya Ummi Hj. Marlini, pada tahun 2011, beliau menikah dengan Bunda Rahmi binti Abdullah Ali, yang setia mendampingi perjuangan beliau dalam bidang dakwah dan pendidikan.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini