Pentingnya Sanad dalam Transmisi Keilmuan


Pentingnya Sanad dalam Menuntut Ilmu


Dalam proses menuntut ilmu, terdapat dua peran penting yang senantiasa hadir, yaitu murid dan guru. Keduanya memiliki hubungan keilmuan yang idealnya tersambung melalui mata rantai sanad hingga kepada Baginda Rasulullah ï·º. Sanad menjadi salah satu penjaga agar seseorang tidak keliru atau tersesat dalam memahami suatu perkara.

Seseorang yang mempelajari ilmu hanya melalui buku, internet, “Syekh Google”, atau bahkan kitab sekalipun, tanpa bimbingan ulama dan guru yang memiliki kapasitas keilmuan, berisiko memahami ilmu secara literal dan terbatas. Dalam istilah pesantren, kondisi seperti ini sering disebut “jamed”, yakni pemahaman yang kaku, tidak luas, dan kurang memiliki wawasan dalam melihat persoalan dari berbagai sisi.

Karena itu, dalam proses pencarian ilmu, hendaknya kita tidak salah memilih dari mana ilmu tersebut diambil dan kepada siapa kita belajar. Hal ini penting agar ilmu yang kita pahami dapat melahirkan sikap dan amalan yang tepat, terlebih ketika ilmu tersebut hendak disampaikan dan diajarkan kepada orang lain.

Di sinilah letak pentingnya genealogi keilmuan atau sanad, yaitu mata rantai transmisi ilmu dari seorang guru kepada murid yang bersambung secara keilmuan hingga para ulama terdahulu dan Rasulullah ï·º.

— Teuku Halim

Keterangan gambar: Teuku Halim bersama Al-Mukarram Abu Haji Usman Ali (Abu Kuta Krueng) dalam rangka ibtida’ kitab Tuhfatul Muhtaj, 11 April 2018.

0 Komentar

Posting Komentar

Post a Comment (0)

Lebih baru Lebih lama