Aceh — Peringatan Haul ke-67 Abuya Muda Wali berlangsung dengan penuh khidmat dan sarat makna di lingkungan Dayah Darussalam. Momentum tahunan yang tidak hanya menjadi ajang mengenang jasa ulama besar tersebut, juga diisi dengan agenda penting berupa pergantian kepemimpinan di Ma’had Aly Syeikh Muda Wali.
Dalam prosesi tersebut, jabatan Ketua Ma’had Aly yang sebelumnya dipegang oleh Abiya Syeikh Banta Ali, LC,. MA secara resmi diserahterimakan kepada Dr. Khairuddin, S.Ag,. MA. Pergantian ini menjadi bagian dari dinamika kelembagaan dalam rangka memperkuat sistem pendidikan kader ulama di Aceh.
Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua MPU Aceh Abu H. Faisal Ali, Bupati Aceh Selatan, serta Ketua STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh Prof. Dr. Abi H. Syamsuar,M.Ag. selain itu, kehadiran para alumni, sesepuh Dayah Darussalam, serta dewan guru Ma’had Aly Syeikh Muda Wali semakin menambah kekhidmatan suasana.
Ma’had Aly: High University Pesantren dan Lembaga Pendidikan Kader Ulama
Ma’had Aly merupakan lembaga pendidikan tinggi berbasis pesantren (dayah) yang secara khusus berfokus pada pengkajian ilmu-ilmu keislaman klasik (turats) secara mendalam. Berbeda dengan perguruan tinggi umum, Ma’had Aly memiliki kurikulum khas yang menekankan penguasaan kitab kuning, metodologi istinbath hukum, serta pembentukan karakter ulama yang berintegritas.
Di Aceh, keberadaan Ma’had Aly Syeikh Muda Wali menjadi salah satu pilar penting dalam melahirkan generasi penerus ulama yang tidak hanya mumpuni dalam keilmuan, tetapi juga mampu menjawab tantangan zaman dengan tetap berpegang pada nilai-nilai tradisi keislaman Ahlussunnah wal Jamaah.
Pergantian kepemimpinan di lembaga ini diharapkan dapat memperkuat kualitas akademik, memperluas jaringan keilmuan, serta meningkatkan kontribusi Ma’had Aly dalam pembangunan masyarakat.
Abuya Muda Wali: Warisan Ilmu dan Perjuangan
Sosok Abuya Muda Wali dikenal sebagai ulama kharismatik yang memiliki peran besar dalam pengembangan pendidikan Islam di Aceh. Beliau adalah pendiri Dayah Darussalam yang telah melahirkan banyak ulama, dai, dan tokoh masyarakat yang tersebar di berbagai wilayah.Dedikasi Abuya Muda Wali dalam mengembangkan ilmu agama tidak hanya terbatas pada pengajaran, tetapi juga dalam membangun sistem pendidikan yang terstruktur dan berkelanjutan. Warisan inilah yang hingga kini terus dijaga dan dikembangkan oleh para murid serta penerusnya.
Peringatan haul menjadi momen refleksi untuk mengenang perjuangan beliau sekaligus memperkuat komitmen dalam melanjutkan dakwah dan pendidikan Islam.
Harapan dan Arah Baru
Pergantian Ketua Ma’had Aly ini diharapkan mampu membawa semangat baru dalam pengelolaan lembaga, sekaligus menjaga kesinambungan nilai-nilai yang telah diwariskan. Dengan dukungan berbagai pihak, Ma’had Aly Syeikh Muda Wali diharapkan terus berkembang sebagai pusat keilmuan Islam yang berpengaruh, baik di tingkat regional maupun nasional.Momentum haul ke-67 ini bukan hanya sekadar seremoni, tetapi juga menjadi simbol estafet perjuangan dalam menjaga tradisi keilmuan dan memperkuat peran ulama di tengah masyarakat.
