Mubahasah Perdana Ruang Literasi Teungku Muda Aceh Barat Perkuat Tradisi Diskusi Ilmiah Dayah


ACEH BARAT — Forum kajian keislaman bertajuk Mubahasah Ruang Literasi Teungku Muda Aceh Barat resmi digelar untuk pertama kalinya dan berlangsung dengan lancar serta penuh antusiasme. Kegiatan ini menjadi ruang diskusi ilmiah bagi para teungku muda dan guru dayah dalam mengkaji berbagai persoalan keislaman secara kritis dan berlandaskan adab.


Kegiatan tersebut dilaksanakan di Dayah Raudhatul Mubarakah Darul Munawwarah, Sineubok, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, dan dibuka oleh Teungku Nasrullah Murni. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya menjaga tradisi keilmuan di lingkungan dayah melalui forum diskusi yang terarah dan berkelanjutan.

Diskusi dipandu oleh moderator Teungku Lahmuddin yang memastikan jalannya forum tetap kondusif dan fokus. Adapun topik yang dibahas pada mubahasah perdana ini adalah kajian hukum peusijuk serta praktik menghias hewan kurban dalam perspektif fikih.

Para peserta yang terdiri dari teungku muda dan guru dayah dari berbagai wilayah di Aceh Barat terlihat aktif mengikuti jalannya diskusi. Sejumlah pandangan dan argumentasi ilmiah disampaikan dalam suasana dialog yang tertib dan tetap menjunjung tinggi etika berdiskusi.

Penyelenggara menyebutkan, kegiatan mubahasah ini akan dijadikan sebagai agenda rutin bulanan dengan lokasi yang berpindah-pindah di berbagai dayah di kawasan Meulaboh dan sekitarnya. Langkah ini diharapkan dapat memperluas partisipasi sekaligus memperkuat jejaring keilmuan antar-dayah.

Kegiatan ditutup menjelang waktu Dhuhur dengan doa bersama.

Melalui forum ini, para peserta berharap tradisi literasi dan diskusi ilmiah di kalangan dayah dapat terus berkembang, sekaligus memperkuat pemahaman keislaman serta mempererat ukhuwah di tengah masyarakat.

Lebih baru Lebih lama